Pages

Senin, 28 Maret 2016

Masalahnya Masalah Disiplin


Salah satu topic yang senantiasa menjadi perbincangan hangat dalam kehidupan sehari-hari adalah masalah kedisiplinan. Di dunia pendidikan tak henti-hentinya berbicara mengenai disiplin, bisa dilihat dari adanya keikutsertaan nilai karakter disiplin dalam kurikulum yang bermuatan pendidikan karakter. Disiplin berarti melatih diri untuk melakukan sesuatu dengan teratur dan tertib. Berbicara tentang kedisiplinan, tidak lepas dari perilaku-perilaku yang menyimpang, akibat tidak menerapkannya.
Untuk mencapai sukses dalam menjalankan kedisiplinan sangat sulit bisa diciptakan. Terlebih bagi penulis (saya) sangat sulit menerapkan salah satu karakter ini dan membutuhkan proses yang cukup sulit dalam mempraktekkannya.
Disiplin sebenarnya bukan sebagai sesuatu yang dipaksakan dari luar, tetapi dari dalam dan dijadikan sebagai sebuah budaya. Namun dalam prakteknya ternyata, perlu perjuangan yang cukup berat, sehingga ujung-ujungnya seringkali melenceng dari yang diharapkan. Misalnya saja, sering kita jumpai adanya budaya titip absen di kalangan mahasiswa. Jelas ini terlihat bahwa, nilai karakter disiplin tersebut hanya sebagai sesuatu yang dianggap paksaan dari luar, karena tidak benar-benar diterapkan dalam setiap proses yang dilakukan. Contoh lain, aturan yang menyebutkan bahwa dosen yang terlambat lebih dari 15 menit dianggap tidak masuk atau tidak hadir, tapi nyatanya masih saja ada dosen yang masuk seenaknya tanpa memperhatikan jadwal yang telah ditetapkan. Istilahnya, yang berkuasa membuat aturan malah dia yang melanggarnya.
Orang yang memiliki kebutuhan atau kepentingan terhadap suatu hal pasti akan terdorong untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Sama halnya dengan dengan disiplin diri, ketika disiplin itu dianggap sebagai sebuah kebutuhan maka akan ada keharusan untuk mencapainya, sebaliknya apabila disiplin itu tidak menjadi sebuah kebutuhan sekedar paksaan maka akan dilakukan dengan bermalas-malasan.
Disiplin akan bisa berjalan apabila pertama, kita memahami bahwa disiplin itu akan terbentuk melalui tindakan nyata yang dilakukan secara berulang-ulang dijadikan sebagai suatu kebiasaan. Kedua, memiliki komitmen/konsisten dan motivasi untuk mewujudkan tindakan tersebut.
Karena itu, tak heran kalau masalah disiplin ini tak pernah selesai, bahkan menjadi masalah yang kronis. Kita hanya dapat menyelesaikannya dengan cara berpikir, bangun motivasi, berkotmitmen, bertindak, lalu ciptakan budaya nyata disiplin tersebut dalam kehiduupan sehari-hari.


Referensi :
http://aquariuslearning.co.id/4-langkah-mudah-membangun-disiplin-diri-yang-kuat/ http://mymotivation.blogspot.co.id/2013/07/membangun-disiplin-diri.html repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/23401/4/Chapter%20II.pdf

(diakses pada tanggal 28-03-2016, pukul 09-00)

0 komentar:

Posting Komentar