Pages

Selasa, 15 Maret 2016

Wabah "GP"

Apa itu GP? Siapakah yang disebut GP?
GP (Generasi Penunduk)

Nah, istilah ini sangat cocok diberikan kepada generasi muda saat ini yang haus akan gadget dan teknologi. Kini, keberadaan gadget dan teknologi seakan-akan menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Di segala aktivitaspun, gadget dianggap sebagai kebutuhan primer oleh kebanyakan orang. Benarkah demikian?

Salah satu penyebab kehausan akan gadget dan tekonologi ini adalah gaya hidup yang konsumtif. Sehingga, para produsen elektronik berlomba-lomba dengan inovasinya melahirkan gadget-gadget dengan teknologi pintarnya dengan keberadaan fitur-fitur yang canggih membuat orang-orang semakin tergiur dan mau tidak mau mengikuti arus perkembangan teknologi.

Gadget dan teknologi sangat berperan aktif dalam kehidupan manusia, namun tidak jarang dimanfaatkan sesuai dengan fungsi sebenarnya. Menjamurnya penggunaan gadget pada era globalisasi tidak memandang usia, profesi ataupun pekerjaan. Bahkan usia anak-anak sudah bisa mengaksesnya. 

Cobalah lihat di sekeliling kita. Sahabat, teman, guru, dosen, orang tua kit, pedagang-pedagang dipinggir jalan ayang sering kita temui menunduk asyik menatap layar smartphone mereka. Itu merupakan contoh sederhana semakin mewabahnya generasi penunduk. Orang-orang di sekeliling kita sibuk dengan smarthphone yang ada di genggaman mereka, sibuk dengan update-update an mereka di social media. Seakan-akan layar smartphone menjadi konsumsi mata setiap saat. Sehari tanpa gadget hampir tidak bisa.

Tidak bisa dipungkiri, sebagian besar dari kita menganggap bahwa tujuan utama penggunaan gadget dan teknologi ini semata-mata sebagai alat komunikasi untuk menyambung tali silaturahmi.

Seperti layaknya dosis yang terdapat dalam obat. Pemberian dosis yang kurang atau berlebihan pasti akan menimbulkan efek. Tetapi jika dosis itu memiliki kesesuaian, akan mampu menyembuhkan. Sama halnya dengan gadget dan teknologi, apabila digunakan secara berlebihan (ketergantungan) akan berdampak negative bagi penggunanya.

Misalnya, digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat akan menyebabkan pengeluaran bertambah, mengubah sikap dan perilaku seseorang, lingkungan sekitar dirasa tidak penting lagi dibandingkan dengan gadget, berdampak buruk bagi kesehatan (efek radiasi), mengundang aksi tindak kejahatan. Contoh sederhanaya, pada saat berkendaraan, berjalan-jalan, tidak kenal tempat dan waktu ketika mempergunakan gadget, karena terlalu focus dengan gadget yang dibawanya tidak peduli dengan orang-orang di sekitar, sehingga mengundang aksi pencurian.

Namun, apabila gadget dan teknologi tersebut dipergunakan dengan dosis yang sesuai. Maka, keberadaannya sangat menguntungkan, memberi manfaat, mendukung segala aktivitas, memudahkan komunikasi, memperluas jalinan persahabatan, mempermudah memperoleh informasi, mempermudah  kegiatan manusia, dan masih banyak lagi.

So.. look up guys.

Pergunakan dengan sewajarnya, cerdas dalam memanfaatkannya, jadilah pemakai yang positif, dan jangan sampai diperbudak oleh gadget.

0 komentar:

Posting Komentar