Apa
itu GP? Siapakah yang disebut GP?
GP (Generasi Penunduk)
Nah, istilah ini sangat
cocok diberikan kepada generasi muda saat ini yang haus akan gadget dan
teknologi. Kini, keberadaan gadget dan teknologi seakan-akan menjadi bagian
yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Di segala aktivitaspun,
gadget dianggap sebagai kebutuhan primer oleh kebanyakan orang. Benarkah
demikian?
Salah satu penyebab
kehausan akan gadget dan tekonologi ini adalah gaya hidup yang konsumtif.
Sehingga, para produsen elektronik berlomba-lomba dengan inovasinya melahirkan
gadget-gadget dengan teknologi pintarnya dengan keberadaan fitur-fitur yang
canggih membuat orang-orang semakin tergiur dan mau tidak mau mengikuti arus
perkembangan teknologi.
Gadget dan teknologi
sangat berperan aktif dalam kehidupan manusia, namun tidak jarang dimanfaatkan sesuai
dengan fungsi sebenarnya. Menjamurnya penggunaan gadget pada era globalisasi
tidak memandang usia, profesi ataupun pekerjaan. Bahkan usia anak-anak sudah
bisa mengaksesnya.
Cobalah lihat di sekeliling
kita. Sahabat, teman, guru, dosen, orang tua kit, pedagang-pedagang dipinggir
jalan ayang sering kita temui menunduk asyik menatap layar smartphone mereka.
Itu merupakan contoh sederhana semakin mewabahnya generasi penunduk.
Orang-orang di sekeliling kita sibuk dengan smarthphone yang ada di genggaman mereka,
sibuk dengan update-update an mereka di social media. Seakan-akan layar
smartphone menjadi konsumsi mata setiap saat. Sehari tanpa gadget hampir tidak
bisa.
Tidak bisa dipungkiri,
sebagian besar dari kita menganggap bahwa tujuan utama penggunaan gadget dan
teknologi ini semata-mata sebagai alat komunikasi untuk menyambung tali silaturahmi.
Seperti layaknya dosis
yang terdapat dalam obat. Pemberian dosis yang kurang atau berlebihan pasti
akan menimbulkan efek. Tetapi jika dosis itu memiliki kesesuaian, akan mampu
menyembuhkan. Sama halnya dengan gadget dan teknologi, apabila digunakan secara
berlebihan (ketergantungan) akan berdampak negative bagi penggunanya.
Misalnya, digunakan
untuk hal-hal yang tidak bermanfaat akan menyebabkan pengeluaran bertambah,
mengubah sikap dan perilaku seseorang, lingkungan sekitar dirasa tidak penting
lagi dibandingkan dengan gadget, berdampak buruk bagi kesehatan (efek radiasi),
mengundang aksi tindak kejahatan. Contoh sederhanaya, pada saat berkendaraan,
berjalan-jalan, tidak kenal tempat dan waktu ketika mempergunakan gadget,
karena terlalu focus dengan gadget yang dibawanya tidak peduli dengan
orang-orang di sekitar, sehingga mengundang aksi pencurian.
Namun, apabila gadget
dan teknologi tersebut dipergunakan dengan dosis yang sesuai. Maka,
keberadaannya sangat menguntungkan, memberi manfaat, mendukung segala
aktivitas, memudahkan komunikasi, memperluas jalinan persahabatan, mempermudah
memperoleh informasi, mempermudah kegiatan manusia, dan masih banyak
lagi.
So.. look up guys.
Pergunakan dengan
sewajarnya, cerdas dalam memanfaatkannya, jadilah pemakai yang positif, dan
jangan sampai diperbudak oleh gadget.






0 komentar:
Posting Komentar